Posts in Category: sejarah

Mengenal Klub Sepak Bola Tertua di Indonesia yang Melegenda

Meskipun olahraga sepak bola tidak diinisiasi atau diciptakan oleh bangsa Indonesia, tetapi mengetahui sejarah perkembangan persepakbolaan di Indonesia cukup menarik juga. Ada beberapa deretan nama-nama klub tua yang sampai sekarang masih mampu bertahan. Biasa Anda lihat di layar kaca maupun pertandingan langsung di lapangan hijau.

Pertandingan sepak bola sudah mulai ramai sejak zaman penjajakan, tepatnya sekitar tahun 1900-an. Pribumi Indonesia sudah biasa memainkan bola sepak di tanah lapang. Bahkan dengan cara seadanya, membuat bola dari sabut kelapa yang kemudian dibakar saat dimainkan. Dengan aturan permainan sama seperti sepak bola pada umumnya.

Hadirnya sepak bola di Indonesia cukup berkembang hingga terbentuk beberapa klub sepak bola, bahkan lebih tua dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Menurut sejarah, tercatat ada dua klub sepak bola tertua yaitu Rood-Wit di Batavia dan Vitoria di Surabaya. Munculnya sewaktu zaman penjajahan Belanda. Kedua klub ini menjadi penanda berkembangnya klub di Indonesia.

Melalui bond-bond tertua di Indonesia yang merupakan persatuan masyarakat Indonesia mewakili pulaunya pada masa itu dibentuklah federasi sepak bola yang bertujuan untuk mempersatukan rakyat demi kemerdekaan. Jadi, sepak bola juga memiliki andil dalam kemerdekaan Indonesia. Melalui olahraga ini rakyat berkumpul menonton pertandingan dan terjadi keeratan sesama.

Awal mula gemilang ketika PSSI berdiri, kompetisi pertama diadakan pada tahun 1931. Bahkan hingga selang beberapa tahun kompetisi dijalankan, Jepang mendatangi Indonesia untuk berlaga. Sejak saat itulah olahraga ini didukung penuh rakyat dan menjadi populer.

Klub PSM Makasar

Dengan nama pertamanya Makasar Voetbal Bond pada tanggal 2 November 1915 terbentuk sebagai klub tertua di Indonesia. Sebagai klub pertama yang dimiliki Indonesia sendiri sebagai wujud persatuan dalam olahraga. Meskipun dalam kepengurusannya masih dicampur dengan campuran Belanda, Indonesia lebih dominan dalam perkembangannya sebagai motor berjalannya klub.

Namun sejak kedatangan Jepang pada 1940-an, pengurus klub ini terutama pribumi ditangkap dan dijadikan jajahan sebagai romusha. Oleh karena itu keberadaannya mati total tak ada kegiatan. Jepang di Indonesia melakukan penjajahan, tetapi seluruh istilah Belanda diganti bahasa pribumi. Kemudian berimbas pada nama klub yang berubah menjadi PSM Makasar.

Setelah kemerdekaan, stuktur organisasi kembali dijalankan. Pada masa Achmad Saggaf sebagai ketua klub mulai membuka diri pada klub di pulau Jawa dan keberadaan PSSI. Karena keterbukaan ini diperbolehkan mengikuti kompetisi PSSI hingga menjadikannya menjadi klub kuat di Indonesia karena pemainnya.

PPSM Magelang dari Jawa Tengah

Sama dengan klub sebelumnya karena lahir di masa penjajahan Belanda, nama klub pun ikut terpengaruh Indonesische Voetbal Bond Magelang (IVBM). Pendirinya bernama Wihardjo dan dibantu empat klub Mosvia, Stramvogels, HKS, dan Among Rogo. Ciri dari klub ini adalah diisi orang-orang data sgp terpelajar. Hal ini tak terlepas dari klub pendukung pendirinya klub ini.

Mosvia salah satu klub pendukungnya merupakan klub yang dibentuk oleh siswa Sekolah Pegawai Pangreh Praja, pada masa itu sebagai sekolah calon abdi kota atau pemerintah. Sedangkan lainnya yaitu HKS didirikan oleh siswa calon guru yang berada di Magelang. Karena latar belakang ini, Klub Indonesische Voetbal Bond Magelang (IVBM) juga turut andil dalam menjalin persatuan pada masa itu.

Indonesische Voetbal Bond Magelang (IVBM) berubah nama pada 1925 menjadi Persatuan Paguyuban Sepak Bola Magelang (PPSM). Klub ini juga menjadi salah satu pioner pendirian PSSI pada tahun 1930. Sebagai pengurus PSSI klub ini berhak mengikuti kompetisi yang diadakan PSSI. Meskipun namanya tidak melambung saat ini, namun cukup dikenal di persepakbolaan Indonesia.

Klub Sepak Bola Persis Solo

Pada tahun 1923 didirikan klub sepak bola bernama Vorstenlandsche Voetbal dengan tujuan yang sama mengikuti daerah lain menjadikan sepak bola sebagai wujud persatuan. Di bawah kepemimpinan Soemokartiko klub ini berubah nama menjadi Persatuan Sepak Bola Indonesia Solo (Persis) pada tahun 1928. Sebagai perkumpulan sepak bola kritis, klub ini juga turut aktif dalam kegiatan PSSI.

Pada tahun 1935 menjadi tahun emas bagi klub ini karena berhasil menyabet juara pada kompetisi PSSI. Sebelumnya kalah bersaing dengan VIJ dan PSIM Yogyakarta, bahkan gelar ini mampu dipertahankan hingga tahun 1936. Meskipun sempat kehilangan gelarnya pada tahun 1939 hingga 1943 mampu membalikkan keadaan mendapatkan semua gelar juara.

Apabila mengkilas balik sekarang, nama Persis Solo tidak setenar pada masanya. Klub ini semakin sering kalah tanding di lapangan. Meskipun nampaknya sudah mulai bangkit kembali.

Klub Bola Persebaya Surabaya

Klub satu ini sangat terkenal akan supporternya yang dikenal sebagai “bonek” kepanjangan akronim dari bondho nekat. Berdiri pada 18 Juni 1927 oleh Moehammad Pamoedji dan Paidjo dengan nama Soerabhaiasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB). Melalui klub ini sepak bola di Surabaya sangat populer dan diminati.

Karena keinginannya untuk turut serta dalam perjuangan sepak bola Indonesia, pendirinya langsung menghadiri rapat pembentukan PSSI di Yogyakarta. Pada saat itu tepatnya tahun 1930. Klub ini menjadi deretan klub dalam pendirian PSSI dan populernya sepak bola di Indonesia. Dengan disetujuinya PSSI sebagai wadah persatuan perjuangan rakyat Indonesia.

Pada masanya klub ini sebagai rival terkuat Persija Jakarta dengan seiring namanya yang diubah menjadi Persatuan Sepak Bola Indonesia Soerabaja (Persebaya). Semakin gemilang saat mulai memperlihatkan mendapatkan gelar juara. Bahkan pada Liga Indonesia memperoleh dua kali juara pada tahun 1997 dan 2004.